Tampilkan postingan dengan label Infeksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infeksi. Tampilkan semua postingan

Jaga Kebersihan Diri, Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat, Bersiap Hindari Hepatitis A

Belakangan ini, belasan orang yang saya kenal menderita Hepatitis A, nampaknya penyakit ini sedang mewabah di salah satu kawasan pendidikan tempat saya menuntut ilmu. Banyak diantara teman-teman saya yang kini dirawat dan harus meninggalkan kuliah nya. Melihat kondisi tersebut, saya akan coba berbagi informasi terkait penyakit ini, agar kita lebih peka dan terhindar dari penyakit tersebut.

Hepatitis merupakan peradangan pada hati (liver), dan hepatitis A disebabkan oleh Hepatitis A Virus (HAV). Hepatitis A merupakan peradangan hati yang paling ringan jika dibandingkan hepatitis B atau C. Hepatitis A dapat menyebar apabila ada orang yang terinfeksi penyakit ini. Hepatitis A ini penularan nya dapat melalui air, makanan, minuman, peralatan makanan/minuman, makanan mentah/lalapan yang dicuci dengan air yang tercemar atau lainnya yang terkontaminasi tinja atau air seni seseorang yang terinfeksi virus Hepatitis A yang masuk ke dalam mulut (fecal-oral). Penularan nya berbeda dengan Hepatitis B atau C yang disebarkan melalui media darah atau aktifitas seksual.

Waktu terekspos virus ini sampai terkena penyakit, kira-kira sekitar 2 sampai 6 minggu. Biasanya gejala-gejala yang muncul dari penderita hepatitis A ialah hilang nafsu makan, demam (terus menerus, berbeda dengan demam yang terjadi pada penderita demam berdarah, TBC, thypus dsb), lemah, letih, lesu, nyeri otot dan sendi,gatal-gatal di seluruh tubuh, nyeri di daerah hati (pada area perut kanan atas, tepat dibawah tulang iga), mual dan pada beberapa kasus sering disertai dengan muntah terus menerus sehingga mengakibatkan seluruh badan merasa lemas. Pada penderita juga ditemukan bahwa mata dan kulitnya menjadi kekuningan, air kencing berwarna tua seperti teh, dan tinja nya berwarna pucat.

Hepatitis A ini dapat dibagi menjadi 3 stadium, yang pertama ialah stadium prodormal (pendahuluan) yang ditandai dengan dengan gejala letih, lesu, demam, kehilangan selera makan dan mual. Stadium yang kedua ialah stadium dengan gejala kuning (stadium ikterik), dan yang ketiga merupakan stadium kesembuhan (konvalesensi). Untuk memastikan diagnosis seseorang terkena hepatitis, maka dilakukan pemeriksaan lab seperti enzim hati, SGPT, SGOT, HbsAg dsb. Biasanya penyakit Hepatitis A disertai dengan radang saluran empedu, maka oleh karena itu pemeriksaan gama-GT dan alkali fosfatase dapat dilakukan di samping kadar bilirubin.

Virus hepatitis yang menyerang hati menyebabkan peradangan dan infiltrate pada sel-sel hati (hepatosit) oleh sel mononukleus. Proses ini mengakibatkan terjadinya degenerasi dan nekrosis sel parenkim hati, sehingga mengganggu fungsi normal hati. Respon peradangan ini juga akan mengakibatkan pembengkakan hati dan gejala-gejala peradangan lain nya. Keadaan tersebut juga akan mengakibatkan terjadinya obstruksi pada saluran empedu, sehingga cairan empedu tidak dapat dieksresikan kedalam usus dan mengakibatkan meningkatnya dalam darah sebagai hiperbilirubinemia yang akan menyebabkan warna kekuningan pada kulit, mata, dan mempengaruhi warna urin dan tinja.

Hepatitis A jarang menimbulkan kematian dan tidak menjadi kronik, penderita penyakit ini sebagian besar mengalami penyembuhan sendiri (self limiting disease), dan seseorang yang pernah menderita Hepatitis A akan memiliki daya tahan tubuh terhadap virus ini selama sisa hidupnya. Untuk pengobatan nya, sebenarnya tidak ada terapi spesifik untuk penyakit ini. Penderita hepatitis A harus menjalankan istirahat total (bed rest). Pemberian makanan intravena mungkin perlu bila penderita terus menerus muntah untuk mencegah dehidrasi. Untuk mual yang dirasakan penderita, bisa diberikan anti mual, dan untuk demam yang diderita bisa diberikan obat penurun panas. Aktifitas fisik penderita harus benar-benar dibatasi hingga gejala-gejala mereda dan fungsi hati kembali normal. Penderita hepatitis A juga harus menghidari konsumsi alcohol atau obat-obatan yang dapat terakumulasi di hati, dan diberikan nutrisi yang baik serta mencukupi. Orang-orang terdekat penderita, seperti keluarga mungkin memerlukan terapi immunoglobulin.

Yang lebih penting dalam penanggulangan penyakit hepatitis A ialah pencegahan (preventif) dan upaya peningkatan kesehatan (promotif). Penyebaran penyakit ini akan diminimalisir ketika setiap kita menjaga kebersihan diri dengan baik seperti mencuci tangan dengan teliti, mencuci tangan dengan sabun setiap akan makan atau menjamah makanan dan setelah buang air besar (BAB)/air seni, serta mencuci peralatan makan dan minum menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir. Teliti juga dalam membeli makanan, pastikan proses pembuatan dan penyajian makanan serta tempat nya bersih. Pemerintah juga memiliki peran penting dalam menanggulangi penyebaran penyakit ini dengan kebijakan kesehatan masyarakat yang dibuatnya, dan meningkatkan higienitas dan sanitasi lingkungan.

cegah penyebaran hepatitis A lebih jauh

Radang Tenggorokan (Faringitis)

Dalam hidup, pastinya setiap kita pernah merasakan sakit, waktu sekolah dulu, baik itu SD, SMP, SMA bahkan kuliah pastinya pernah merasakan harus meninggalkan kelas karena sakit. Dari berbagai sakit yang pernah dirasakan, mungkin salah satu sakit yang dirasakan ialah radang tenggorokan. Di masa sekolah dulu, beberapa kali saya harus meninggalkan kelas karena sakit ini. Dan bahkan belakangan kemarin ketika mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) beberapa orang teman saya pun merasakan hal yang sama. Untuk anak-anak, angka kejadian penyakit ini bisa menyerang 5 kali dalam setahun, dan untuk orang dewasa setengah dari angka kejadian tersebut. Radang tenggorokan atau dalam dunia kedokteran disebut faringitis, adalah infeksi atau iritasi pada saluran faring dan tonsil (amandel) yang biasa disebabkan oleh kuman streptokokus atau virus (sebagian besar) dan juga karena alergi.

Pernahkah kita merasakan demam hingga mungkin suhu tubuh mencapai 40 derajat celcius, gatal atau sakit tenggorokan terutama ketika menelan, suara serak, batuk bersin disertai hidung meler, lemah lesu, nyeri pada sendi-sendi dan otot, serta tidak nafsu makan? Itulah beberapa gejala yang ditimbulkan karena radang tenggorokan. Jika dilakukan pemeriksaan, maka akan didapati faring terlihat kemerahan, tonsil membengkak, terdapat nyeri tekan pada leher, adanya pembesaran kelenjar getah bening di leher, dan jika dilakukan pemeriksaan laboratorium, leukosit dalam darah nya akan meningkat.


Gambaran posterior faring penderita

Virus atau Bakteri penyebab radang tenggorokan ini bisa ditularkan melalui udara atau sentuhan baik itu secara langsung maupun pada benda yang sudah terkontaminasi virus atau bakteri tersebut. Biasanya penularan terjadi jika droplet dibatukkan dari orang sakit ke orang sehat. Penularan ini kecil kemungkinan untuk terjadi ketika daya tahan tubuh kita baik. Virus dan bakteri tersebut menginvasi mukosa faring dan menyebabkan respon inflamasi lokal yang kemudian akan mengakibatkan radang tenggorokan sehingga menghasilkan gejala dan tanda yang disebutkan diatas.

Ketika kita menderita radang tenggorokan, maka pengobatan yang diberikan berupa antibiotik golongan penisilin atau sulfonamide selama 5 hari (untuk kasus yang diakibatkan oleh bakteri, hal ini bisa didiagnosis dengan melakukan apus pada tenggorokan penderita untuk memastikan bahwa penyebanya karena bakteri). Bila penderita alergi pada penisilin, bisa diberikan antibiotik eritromisin. Obat penurun panas dan juga obat kumur (bisa juga berkumur dengan larutan garam hangat) atau obat hisap untuk meredakan gejala lokal juga diberikan. Untuk menghilangkan sakit bisa juga diberikan analgesik seperti parasetamol atau obat anti-inflamasi seperti ibuprofen, perlu diperhatikan untuk anak usia dibawah 18 tahun jangan diberikan aspirin karena dapat mengakibatkan sindrom reye. Kurangi makanan panas dan berminyak, berhenti merokok dan dianjurkan untuk istirahat sebanyak mungkin (bed rest) agar metabolism dikhususkan untuk memperbaiki daya tahan tubuh. Perbanyak juga minum air putih, dan alangkah baiknya juga mengkonsumsi vitamin. Jika demam tidak turun dengan pemberian obat, maka dapat dibantu dengan menggunakan kompres.

Radang tenggorokan ini tidak boleh dianggap enteng dan perlu segera diobati, jika radang tenggorokan ini dibiarkan, terutama jika diakibatkan oleh kuman streptokokus dan tidak mendapat antibiotik yang memadai, maka penyakit akan bertambah parah dan kuman dapat menyerang katup jantung sehingga menimbulkan penyakit demam rheumatik.