Tampilkan postingan dengan label informasi kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI



memberikan imunisasi adalah salah satu kompetensi dokter umum kelak, belajar tentang imunisasi lagi -mengingat ini hari2 terakhir di bagian anak- dan menemukan jadwal imunisasi 2011 yang baru dikeluarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia. :)

semoga bermanfaat.

syarat donor darah

karena ditanya tentang syarat donor darah oleh adik angkatan di ITB, saya coba share juga ke khalayak ramai tentang syarat donor darah ya :) #tanggungjawabkeilmuan

Syarat-syarat Teknis Menjadi Donor Darah :

  • umur 17 - 60 tahun
    ( Pada usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat ijin tertulis dari orangtua. Sampai usia tahun donor masih dapat menyumbangkan darahnya dengan jarak penyumbangan 3 bulan atas pertimbangan dokter )
  • Berat badan minimum 45 kg
  • Temperatur tubuh : 36,6 - 37,5o C
  • Tekanan darah baik ,yaitu:
    Sistole = 110 - 160 mm Hg
    Diastole = 70 - 100 mm Hg
  • Denyut nadi; Teratur 50 - 100 kali/ menit
  • Hemoglobin
    Wanita minimal = 12 gr %
    Pria minimal = 12,5 gr %
  • Jumlah penyumbangan pertahun paling banyak 5 kali, dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.

Seseorang tidak boleh menjadi donor darah pada keadaan:

  • Pernah menderita hepatitis B
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah transfusi
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah tattoo/tindik telinga
  • Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
  • Dalam jangka wktu 6 bulan sesudah operasi kecil
  • Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar
  • Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, cholera, tetanus dipteria atau profilaksis
  • Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles, tetanus toxin.
  • Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutic
  • Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang.
  • Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah transpalantasi kulit.
  • Sedang hamil dan dalam jangka waktu 6 bulan sesudah persalinan.
  • Sedang menyusui
  • Ketergantungan obat.
  • Alkoholisme akut dan kronik.
  • Sifilis
  • Menderita tuberkulosa secara klinis.
  • Menderita epilepsi dan sering kejang.
  • Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk.
  • Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya, defisiensi G6PD, thalasemia, polibetemiavera.
  • Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril)
  • Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah.

selamat mendonor :)

sumber: www.palangmerah.org

Masuk Angin: Antara Ada dan Tiada

Masuk Angin. Kata ini tentunya tak asing lagi di telinga kita. “Ah palingan ini cuma masuk angin!”  kata-kata ini tentunya sering kita dengar bukan? Selama belajar di Fakultas Kedokteran, sejauh ini saya belum pernah menemukan ada istilah masuk angin di textbook-textbook atau buku-buku kedokteran. Nampaknya istilah ini tidak dijumpai dalam ilmu kedokteran.  Namun demikian, pemakaian istilah ini sudah sangat memasyarakat.

Orang-orang yang aktif ronda, pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan jaket, orang yang kehujanan dsb erat dikaitkan dengan masuk angin. Biasanya dikatakan masuk angin ketika ada gejala-gejala seperti nyeri otot, perut kembung, sakit tenggorokan, pusing, bersin-bersin hingga batuk pilek. Namun sekali lagi, tidak ada istilah masuk angin dalam dunia kedokteran. Gejala-gejala masuk angin yang kebanyakan orang bilang sebenarnya adalah gejala-gejala dari penyakit lain.

Orang-orang mengatakan masuk angin ketika otot nya pegal-pegal, hal ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang terlalu letih dan atau stress, orang tersebut terlalu capek dan kurang istirahat. Padahal, berdasarkan penelitian, di otot yang pegal tersebut tidak ada angin yang terperangkap. Orang-orang juga mengatakan masuk angin ketika merasakan adanya udara di seluruh tubuh (udara yang terperangkap di dalam rongga pencernaan lebih tepatnya) yang kemudian mempengaruhi perasaan pasien yang akhirnya membuat badan terasa tidak enak, seperti perut kembung. Dan perut kembung sendiri dalam dunia kedokteran bisa dikarenakan adanya gangguan lambung (yang biasa disebut maag) atau gangguan pencernaan lain nya. Sementara pusing, bersin-bersin dan batuk pilek biasanya merupakan  gejala flu.

Fenomena lain yang cukup unik ditemukan di masyarakat tentang masuk angin ialah bahwa banyak masyarakat yang lebih memilih pijat dan kerok dibanding mengkonsumsi obat-obatan atau pergi ke dokter ketika gejala-gejala tersebut muncul. Masyarakat banyak yang merasa bahwa begitu mereka dipijat dan atau dikerok, keluhan masuk angin itu hilang. Padahal, lagi-lagi kejadian tersebut tidak dapat dibuktikan secara medis.

Pijat dan kerok merupakan rangsangan refleks terhadap rongga pencernaan untuk mengeluarkan udara yang pengeluaran nya bisa berupa sendawa atau buang angin (kentut). Pijat dan kerok juga bisa merelaksasikan otot-otot yang tegang. Kerokan hanya mengalihkan rasa sakit yang diderita pasien, tapi tidak untuk menyembuhkan nya. Kerokan akan menyebabkan aliran darah ke kulit lebih lancar, sehingga badan akan merasa lebih segar.

Tapi perlu diperhatikan, pijat harus dilakukan oleh orang-orang  yang benar-benar pandai melakukan nya. Tapi untuk mengerok, JANGAN DILAKUKAN!  Mengapa kita tidak boleh mengerok badan kita?? Mengerok akan menjadikan pori-pori kulit kita lebih besar. Mengerok pun akan mengakibatkan pecahnya pembuluh darah kapiler. Dan tahukah kita, warna merah di kulit kita ketika sedang dikerok, itu bukanlah tanda bahwa angin sudah keluar, melainkan tanda kalau pembuluh kapiler kita sudah pecah.

Jadi, ketika kita merasakan gejala-gejala yang orang biasa bilang masuk angin tersebut, alangkah lebih baiknya untuk segera menghubungi dokter, agar diketahui sakit yang diderita apa, sehingga bisa diberikan obat yang tepat sesuai dengan penyakit yang anda derita.

Agar terhindar dari gejala-gejala tersebut, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan kalori tinggi, membiasakan pola hidup bersih , selalu membiasakan mencuci tangan, olahraga teratur, dan ada baiknya mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin alami pada tumbuhan, serta perbanyak minum air putih dan istirahat yang teratur.