Radang Tenggorokan (Faringitis)

Dalam hidup, pastinya setiap kita pernah merasakan sakit, waktu sekolah dulu, baik itu SD, SMP, SMA bahkan kuliah pastinya pernah merasakan harus meninggalkan kelas karena sakit. Dari berbagai sakit yang pernah dirasakan, mungkin salah satu sakit yang dirasakan ialah radang tenggorokan. Di masa sekolah dulu, beberapa kali saya harus meninggalkan kelas karena sakit ini. Dan bahkan belakangan kemarin ketika mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) beberapa orang teman saya pun merasakan hal yang sama. Untuk anak-anak, angka kejadian penyakit ini bisa menyerang 5 kali dalam setahun, dan untuk orang dewasa setengah dari angka kejadian tersebut. Radang tenggorokan atau dalam dunia kedokteran disebut faringitis, adalah infeksi atau iritasi pada saluran faring dan tonsil (amandel) yang biasa disebabkan oleh kuman streptokokus atau virus (sebagian besar) dan juga karena alergi.

Pernahkah kita merasakan demam hingga mungkin suhu tubuh mencapai 40 derajat celcius, gatal atau sakit tenggorokan terutama ketika menelan, suara serak, batuk bersin disertai hidung meler, lemah lesu, nyeri pada sendi-sendi dan otot, serta tidak nafsu makan? Itulah beberapa gejala yang ditimbulkan karena radang tenggorokan. Jika dilakukan pemeriksaan, maka akan didapati faring terlihat kemerahan, tonsil membengkak, terdapat nyeri tekan pada leher, adanya pembesaran kelenjar getah bening di leher, dan jika dilakukan pemeriksaan laboratorium, leukosit dalam darah nya akan meningkat.


Gambaran posterior faring penderita

Virus atau Bakteri penyebab radang tenggorokan ini bisa ditularkan melalui udara atau sentuhan baik itu secara langsung maupun pada benda yang sudah terkontaminasi virus atau bakteri tersebut. Biasanya penularan terjadi jika droplet dibatukkan dari orang sakit ke orang sehat. Penularan ini kecil kemungkinan untuk terjadi ketika daya tahan tubuh kita baik. Virus dan bakteri tersebut menginvasi mukosa faring dan menyebabkan respon inflamasi lokal yang kemudian akan mengakibatkan radang tenggorokan sehingga menghasilkan gejala dan tanda yang disebutkan diatas.

Ketika kita menderita radang tenggorokan, maka pengobatan yang diberikan berupa antibiotik golongan penisilin atau sulfonamide selama 5 hari (untuk kasus yang diakibatkan oleh bakteri, hal ini bisa didiagnosis dengan melakukan apus pada tenggorokan penderita untuk memastikan bahwa penyebanya karena bakteri). Bila penderita alergi pada penisilin, bisa diberikan antibiotik eritromisin. Obat penurun panas dan juga obat kumur (bisa juga berkumur dengan larutan garam hangat) atau obat hisap untuk meredakan gejala lokal juga diberikan. Untuk menghilangkan sakit bisa juga diberikan analgesik seperti parasetamol atau obat anti-inflamasi seperti ibuprofen, perlu diperhatikan untuk anak usia dibawah 18 tahun jangan diberikan aspirin karena dapat mengakibatkan sindrom reye. Kurangi makanan panas dan berminyak, berhenti merokok dan dianjurkan untuk istirahat sebanyak mungkin (bed rest) agar metabolism dikhususkan untuk memperbaiki daya tahan tubuh. Perbanyak juga minum air putih, dan alangkah baiknya juga mengkonsumsi vitamin. Jika demam tidak turun dengan pemberian obat, maka dapat dibantu dengan menggunakan kompres.

Radang tenggorokan ini tidak boleh dianggap enteng dan perlu segera diobati, jika radang tenggorokan ini dibiarkan, terutama jika diakibatkan oleh kuman streptokokus dan tidak mendapat antibiotik yang memadai, maka penyakit akan bertambah parah dan kuman dapat menyerang katup jantung sehingga menimbulkan penyakit demam rheumatik.

2 komentar:

Inside Cell & Computer mengatakan...

Assalamu'alaikum.
Pak, saya menderita faringitis sudah hampir 2 Minggu. Saya sudah berobat ke dokter (sampai 2x) tapi sakit saya ini belum lekas sembuh juga. Dokter memberikan obat utk saya dan sampai obat habis pun sakit saya masih tetap ada. Padahal kalau menurut pendapat teman saya (yang berprofesi sebagai perawat di salah satu rumah sakit di tempat saya) faringitis bisa cepat sembuh asal obat diminum secara teratur. Saya sudah melakukannya tapi tetap sakit ini masih ada. Setelah mengetahui pendapat teman saya tadi, saya jadi semakin khawatir tentang sakit saya ini. Mohon pencerahannya, apa yang harus saya lakukan selanjutnya dan apa bapak punya tips untuk sakit yang saya alami ini supaya cepat sembuh? Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan Terimakasih.
Wassalam.
Yadi Ismayadi

danfer.. mengatakan...

wlkslm wr wb
klo boleh tahu obat yg diberikan dokternya apa saja ya?
sudah diikuti tips yg dituliskan diatas belum??
seperti penggunaan antibiotik nya sampai habis, Obat penurun panas dan juga obat kumur (bisa juga berkumur dengan larutan garam hangat) atau obat hisap untuk meredakan gejala lokal juga bisa dicoba. Untuk menghilangkan sakit bisa juga diberikan analgesik seperti parasetamol atau obat anti-inflamasi seperti ibuprofen.
pola hidup nya diubah juga tidak, seperti mengurangi makanan panas dan berminyak, berhenti merokok dan dianjurkan untuk istirahat sebanyak mungkin (bed rest) agar metabolism dikhususkan untuk memperbaiki daya tahan tubuh. Perbanyak juga minum air putih, dan alangkah baiknya juga mengkonsumsi vitamin. Jika demam tidak turun dengan pemberian obat, maka dapat dibantu dengan menggunakan kompres.
kalo masih belum sembuh juga, segera konsultasikan ke dokter, dan ketika berobat beritahukan dokter anda tentang riwayat penyakit anda dan penanganan apa saja yang selama ini pernah dilakukan.
semoga lekas sembuh :)