Saatnya kita kenali penyakit Maag

Adik kelas saya mengeluh sakit perut, mual muntah, disertai diare setelah seharian gk makan disertai kehujanan. Di lain waktu, ketika konsultasi organisasi, adik kelas saya yang lain tiba-tiba merasakan sakit dibagian ulu hati nya dan langsung tak bisa melakukan aktifitas nya setelah sebelumnya makan nya tak teratur. Ketika turun bantuan medis bencana alam pun, di pagi hari teman saya merasakan sakit di bagian perutnya, dia merasakan perutnya kembung, dan tak membaik ketika dia coba buang air besar. Lain cerita dengan teman saya satu lagi, ia sering kali bersendawa depan umum. Ada apakah dengan mereka?? Pernahkah kita mendengar sakit maag atau radang lambung?? Beberapa kondisi yang digambarkan diatas merupakan gejala-gejala penyakit maag atau radang lambung, atau gastritis, atau tukak lambung.

Penyakit maag atau radang lambung, atau gastritis, atau tukak lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut. Sakit ini memiliki beberapa tahapan, mulai dari penyakit maag ringan, maag sedang, maag kronis, hingga kanker lambung. Kebanyakan kita biasanya tergolong pada tahap ringan, yang jika dilakukan pemeriksaan akan terlihat asam lambung berlebih di bagian dinding. Untuk yang tergolong maag sedang, biasanya sudah muncul gejala seperti nyeri , sakit dan mual yang menyakitkan. Untuk maag kronis, intensitas nya lebih parah dibandingkan maag biasa, dan biasanya terjadi dalam jangka waktu lama (berbulan-bulan hingga bertahun-tahun). Dan untuk kanker lambung, biasanya berhubungan dengan mikroorganisme Helicobacter Pylori.

Penyakit ini banyak terdiagnosis pada pasien di usia pertengahan hingga orang dewasa dengan angka prevalensi sebesar 6-14 % pada pria dan 2-6 % pada wanita. Adapun penyakit ini terjadi karena faktor yang merusak pertahanan mukosa lambung lebih besar daripada faktor yang melindungi pertahanan mukosa lambung, hal ini bisa diakibatkan oleh pola makan yang tidak terarur sehingga terjadi produksi asam lambung yang berlebihan, makanan yang mengiritasi lambung (seperti makanan pedas atau asam), adanya mikroorganisme yang merugikan (Helicobacter Pylori), mengkonsumsi obat-obatan tertentu (seperti NSAID atau Kortikosteroid), atau sebab-sebab lainnya seperti mengkonsumsi alkohol, pola tidur yang tidak teratur dan stress, serta kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein.

Apa sajakah gejala yang dirasakan oleh orang penderita penyakit maag? Gejala-gejala yang dirasakan penderita meliputi nyeri di bagian epigastrik, ulu hati, nyeri kadang bertambah parah pada malam hari dan terjadi 1-3 jam setelah makan,perih, mual, muntah, perut kembung, sering bersendawa, kadang disertai sesak pada perut bagian atas.

Penyakit maag ini bisa disembuhkan tetapi tidak bisa sembuh total, maag adalah penyakit yang dapat kambuh apabila si penderita tidak makan teratur, terlalu banyak makan, atau sebab lain. Bagi penderita maag yang sudah parah, penyakit maag tersebut sangat berbahaya sekali dan dapat menyebabkan kematian. Untuk meredakan atau untuk menyembuhkan penderita dari penyakit ini, biasanya juga diperlukan obat.

Obat-obatan yang digunakan pada penderita penyakit ini terdiri dari beberapa kategori, diantaranya antasida yang akan menetralisir asam lambung, acid bloker seperti ranitidine yang membantu mengurangi produksi asam lambung, proton pum inhibitor seperti omeprazole yang akan menghentikan produksi asam lambung, atau cytoprotective agent seperti sukralfat yang akan melindungi jaringan mukosa lambung dan usus halus, dan antibiotik jika diperlukan (jika ada indikasi bakteri) seperti amoksisilin atau metronidazole untuk menghancurkan bakteri.

Selain dengan menggunakan obat-obatan, penyakit maag juga dapat dicegah dengan cara makan teratur, makan secukupnya, hindari makanan berlemak, berminyak, pedas atau asam, dan perbanyak makanan berserat, cuci tangan sebelum makan, tidak jajan sembarangan, hindari minuman yang mengandung alcohol, berhenti merokok, hindari obat-obatan yang dapat mengiritasi lambung, kurangi stress dan berolahraga lah secara teratur. Untuk penderita maag ringan, puasa juga dapat membantu proses kesembuhan, karena puasa akan mendisiplinkan diri dalam hal makan.

Jika medikasi dan supportive care ini gagal (terdapat pendarahan) dan setelah dilakukan endoskopi dan administrasi adrenalin pun gagal (masih terjadi pendarahan), maka dilakukan tindakan operasi. Pendarahan merupakan komplikasi yang paling sering pada penderita penyakit ini (terjadi sekitar 15-20% pasien) dan mengancam jiwa, komplikasi yang lain meliputi perforasi (pada 5 % pasien) dan obstruksi karena ulkus di pyloric (sebanyak 2 %). Adapun prognosis penyakit ini baik, apabila penderita segera melakukan pengobatan yang tepat disertai pola hidup yang baik, dan akan berbahaya jika penyakit ini dibiarkan begitu saja.


8 komentar:

riesni mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
riesni mengatakan...

Dokter, kalo Ulsafate Sucralfate itu termasuk obat-obatan untuk penderita maag kategori apa ya? acid bloker kah? Trims :)

danfer.. mengatakan...

itu golongan obat yang akan melindungi jaringan mukosa lambung dan usus halus mbak riesni, bukan acid bloker :)

Samsjow mengatakan...

Dokter, lebih tepat mana obat untuk say ulsafate atau polysilane? Pertama dikasi obat ulsafate. Tp terlalu perih. Knp ya? Setelah itu ada yg memberi polysilane dan sakitnya berkurang.

Anonim mengatakan...

dok ranitidin itu obat maag yang ringan atau berat trimss..

Eka Noviana mengatakan...

Dok lebih tinggi dosis ulsafate atau braxidin (chlordiazepoxide 5mg&clidinium bromide 2,5mg) ? Krna saat konsumsi ulsafate sy lnsg muntah dan tetap nyeri srta muntah hitam jd diganti braxidin. Minumny jg sy campur krna lbh mendingan. Apa itu tidak apa2 ?

Tria Sutria mengatakan...

Klau obt lagesil itu utk apa y dok?

Sholih Su'aidy mengatakan...

Dok, kalau sakit hati tak sembuh2,sebaiknya dikasih obat apa ya?